Leadership
Sistem Kepemimpinan
Christ Centered Leadership (Kepemimpinan yang berpusatkan Kristus)
Pemimpin rohani harus kehidupan sehari-harinya dengan berpusatkan Kristus. Mencontoh dan meneladani kepemimpinan Kristus, serta melihat dirinya sebagai pemimpin yang dibawah kepemimpinan Kristus sebagai Gembala Agung (I Petrus 2:25). Dalam memimpin menjadi kawan sekerja Kristus dengan memiliki hubungan erat dengan Kristus.
Love-motivated Leadership (Kepemimpinan yang di dorong oleh kasih)
Pemimpin rohani harus memimpin yang dimotivasi oleh kasih. Kasih Kristus harus menguasai setiap kehidupan pemimpin, karena memimpin dengan kasih artinya dia memimpin dengan sabar; murah hati; tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (I Korintus 13:4-6). Pemimpin yang diotivasi oleh kasih akan membangun suasana jemaat penuh kasih yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan suatu jemaat.
Accountable Leadership (Kepemimpinan yang bertanggung jawab)
Accountability bertujuan melindungi pemimpin dari kejatuhan dan serangan iblis, setidaknya pemimpin memiliki tanggung jawab kepada Tuhan dengan apa yang dilakukan, berikutnya kepada team sesama pemimpin dan terakhir kepada anggota Tubuh Kristus yang dipimpinnya (Roma 12:5). Oleh karenanya setiap pemimpin harus mempertanggungjawabkan dengan segala keputusan dan perbuatan.
Leadership is Servanthood
Tuhan Yesus berkata dalam Matius 20:27 “…dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.” Ini artinya, sebagai pemimpin yang memimipin tidak untuk kepentingan pribadi, kekuasaan ataupun prestise (I Petrus 5:1-4) Melainkan memimpin sebagai hamba Kristus, yang dipercayakan dengan karunia-karunia untuk memimpin GerejaNya (I Korintus 4:1-2 ; I Petrus 4:10-11). Sebagai hamba, berusaha untuk melakukan kehendakNya dan menyenangkanNya. Dengan demikian ia menempatkan dan melihat dirinya sebagai hamba yang berfungsi fasilitator atau equippers melayani jemaat untuk bekerja sama memfungsikan seluruh Tubuh Kristus untuk mencapai menyelesaikan kehendak Tuhan (efesus 4:11-13).
Leadership is Shared Power.
Di dalam dunia bisnis dan politik semua haus akan kekuasaan dan bagaimana menguasai. Tetapi di dalam kepemimpinan rohani pemimpin adalah hamba yang melayani untuk kepentingan orang lain, bukan pribadi dan kelompok atau golongan. Kepemimpinan rohani harus berdasarkan team, dan setiap bagian mendapat tempatnya masing-masing dan saling menghormati dan bergantung satu dengan lainnya (Roma 12:4-8). Kepemimpinan yang membagi dan saling bergantung adalah sangat Alkitabiah dimana keputusan tidak diambil secara otoriter melainkan bersama secara musyawarah kekeluargaan dan mengambil keputusan yang terbaik dengan pimipinan Roh Kudus. Serta menjauhkan kepentingan pribadi,kelompok atau golongan, serta menjaga kesatuan.
